MAKASSAR – Deru mesin dan bau ban terbakar menyelimuti atmosfer Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, akhir pekan kemarin. Gelaran SIMPATI 5G Sulawesi Drag Record 2026 yang menjadi bagian dari Putaran 2 Kejuaraan Nasional Drag Race 2026 sukses menyedot perhatian pecinta kecepatan nasional.
Sebagai satu-satunya seri kejurnas yang digelar di wilayah Indonesia Timur pada musim ini, ajang balap trek lurus tersebut berhasil menorehkan sejarah baru dengan memecahkan berbagai rekor prestisius sekaligus membuktikan bahwa kiblat otomotif tanah air kian merata ke arah timur.
Lintasan beton sepanjang akhir pekan kemarin menjadi saksi bisu lonjakan antusiasme yang luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 976 starter tercatat turun mengaspal di sirkuit non-permanen tersebut. Angka fantastis ini resmi menobatkan putaran di Makassar sebagai seri Kejurnas Drag Race dengan jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah, bahkan sukses melampaui catatan rekor dari Putaran 1 yang sebelumnya diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.

Selain ledakan jumlah peserta, kejutan besar juga lahir dari sektor performa jet darat yang berlaga. Rekor waktu baru tercipta di Kelas Bracket 9 Detik Diesel Kejurnas melalui aksi memukau Adim Prasetiyo. Memacu Toyota Fortuner milik tim Sea Team Pro7, ia berhasil menyentuh garis finis tepat di angka 9,0 detik. Catatan ini terbilang fenomenal karena biasanya torehan waktu di kelas tersebut tertahan di atas 9,1 detik.
Kompetisi terasa semakin segar berkat hadirnya regenerasi pembalap yang masif. Dari total 37 kelas yang diperlombakan termasuk kelas utama Kejurnas, supporting class, Free For All, hingga kategori bracket panitia secara khusus membuka Kelas Khusus Pelajar. Hasilnya pun luar biasa, seorang pembalap belia yang baru menginjak usia 13 tahun tampil percaya diri di lintasan, menjadi simbol masa depan cerah bagi ekosistem motorsport Indonesia.
Melihat fenomena positif ini, Ketua Panitia SIMPATI 5G Sulawesi Drag Record Helmi Hamid menyampaikan rasa kagum sekaligus apresiasinya terhadap seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, pencapaian di seri ini mencerminkan iklim kompetisi balap nasional yang semakin sehat, inklusif, dan kompetitif.

“Antusiasme luar biasa yang terlihat di Makassar membuktikan bahwa drag race Indonesia terus berkembang dengan sangat positif. Jumlah starter yang meningkat, pecahnya rekor waktu, hingga hadirnya pembalap muda menjadi sinyal bahwa regenerasi dan kompetisi berjalan dengan sangat baik. Sebagai penyelenggara, kami sangat bangga dapat berkontribusi terhadap kemajuan motorsport tanah air,” ujar Helmi.
Persaingan sengit antarpembalap dari berbagai penjuru Nusantara juga tersaji begitu sengit di setiap kelas kejurnas. Pembalap asal Papua, Brayen Sumalata dari tim Sapi Balap x JRT, berhasil mengamankan podium tertinggi di Kelas Bracket 8 Detik Kejurnas. Sementara untuk kategori non-diesel, pembalap tuan rumah Adrian Witono yang mengusung bendera OTP37 x Sonic Speed sukses keluar sebagai juara di Kelas Bracket 9 Detik Non Diesel Kejurnas.
Dominasi luar pulau juga ditunjukkan oleh Jeffi Heriyus, pembalap asal Sumatera Barat yang sukses merebut gelar juara di Kelas 10 Detik Non Diesel Kejurnas. Namun, dominasi lokal kembali bergaung di Kelas Bracket 10 Detik Diesel Kejurnas lewat performa impresif Icha Ghaly. Melengkapi kemenangan para pembalap Sulawesi, Alpian AR asal Sulawesi Selatan berhasil mengunci podium utama pada Kelas 11 Detik Kejurnas./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















