JAKARTA — Industri pariwisata dan penerbangan Indonesia–Korea Selatan kembali mendapat dorongan baru. Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, Incheon International Airport Corporation (IIAC), Korean Air, Asiana Airlines, dan T’way Air berkumpul dalam satu forum bertajuk 2026 Korea Tourism and Aviation Seminar in Jakarta yang digelar di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, Kamis (25/6/2026). Forum ini mempertemukan kalangan travel agent dan pelaku industri pariwisata untuk membahas perkembangan destinasi, konektivitas penerbangan, hingga kebijakan keimigrasian terbaru yang berpotensi mendongkrak kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea.
Direktur KTO Jakarta Office, Kim Jisun, dalam sambutan pembukanya menegaskan bahwa seminar ini punya target jelas, yakni merangkul lebih banyak mitra di Indonesia sembari memperbarui wawasan mereka soal Korea. “Seminar ini kami selenggarakan untuk memperkuat kolaborasi dengan travel agent, maskapai penerbangan, dan seluruh mitra industri pariwisata di Indonesia. Kami ingin menghadirkan informasi terbaru mengenai perkembangan status wisata Korea di Indonesia, wisata tematik Korea, berbagai support insentif untuk grup MICE, Medical & Wellness, serta Educational Tourism, perkembangan kebijakan pemerintah, hingga layanan penerbangan agar para pelaku industri dapat menawarkan produk wisata yang semakin menarik dan kompetitif kepada masyarakat Indonesia,” kata Kim Jisun.
Ia menyebutkan bahwa ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap Korea tidak lagi semata dipicu Korean Wave atau Hallyu. Wisatawan kini juga aktif memburu pengalaman kuliner, jejak budaya, keindahan alam, hingga layanan ramah Muslim, wisata medis, dan wellness tourism. “Pemerintah Korea sangat mengapresiasi besarnya minat wisatawan Indonesia. Oleh karena itu kami terus menghadirkan berbagai program promosi, meningkatkan konektivitas penerbangan, serta memperluas kerja sama dengan berbagai mitra agar masyarakat Indonesia semakin mudah dan nyaman berwisata ke Korea,” tambahnya.
Sambutan senada disampaikan oleh Kim Yoonsub, Director of Airline Marketing Team Incheon International Airport Corporation yang menilai berkumpulnya KTO dan seluruh maskapai Korea yang melayani rute Jakarta dalam satu forum punya arti penting tersendiri.
“Indonesia adalah mitra strategis Korea dengan jalinan ekonomi dan budaya yang sudah terbangun lama, dan derasnya arus Korean Wave membuat jumlah wisatawan Indonesia ke Korea terus bertambah dari tahun ke tahun. Sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan kedua negara, Incheon Airport berkomitmen membantu lebih banyak wisatawan Indonesia menjelajahi Korea maupun berbagai destinasi dunia lain melalui Incheon. Ia berharap seminar ini menjadi titik awal kerja sama baru yang menghubungkan Indonesia dan Incheon,” sebut Kim Yoonsub.
Salah satu materi yang paling ditunggu dalam forum tersebut adalah pemaparan mengenai kebijakan bebas visa sementara bagi grup wisatawan Indonesia. Perwakilan Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia, Diaz Triandini, menguraikan periode pelaksanaan program, syarat peserta, batas masa tinggal, hingga prosedur pengajuan yang harus dipenuhi biro perjalanan sebelum memberangkatkan rombongan wisatawan.
Menurut Diaz, kebijakan tersebut disusun untuk memangkas rumitnya proses administrasi perjalanan kelompok, sekaligus menekan biaya sehingga paket wisata ke Korea bisa lebih kompetitif di pasar Indonesia. Kemudahan ini, kata dia, pada akhirnya diproyeksikan turut mengakselerasi pertumbuhan jumlah wisatawan Indonesia ke Korea pada tahun-tahun mendatang.
Tahun lalu tercatat jika jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea mencapai sekitar 365.596 orang. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah hubungan pariwisata kedua negara, sekaligus menempatkan Indonesia di posisi kesembilan dunia dan keempat di ASEAN sebagai penyumbang wisatawan mancanegara ke Korea.
Pada 2026, otoritas pariwisata Korea bahkan menetapkan target yang lebih tinggi, yakni 440.000 wisatawan Indonesia ke Korea Selatan. Angka tersebut juga menjadi target yang turut melatari berbagai inisiatif promosi dan kemudahan perjalanan yang terus digulirkan KTO sepanjang tahun ini.

Pembaruan dari sisi infrastruktur bandara dipaparkan Manager Tim Pemasaran Maskapai IIAC, Na Heasung yang memperkenalkan capaian Incheon Airport sebagai salah satu bandara terbaik dunia, mulai dari luasnya jaringan penerbangan global, pertumbuhan jumlah penumpang dan kargo, perluasan Terminal 2, hingga berbagai inovasi digital lewat layanan smart airport. Bagi penumpang transit, Na menyebut sederet fasilitas yang bisa dimanfaatkan, seperti transit lounge, transit hotel, dan Free Transit Tour, serta program K-Stopover yang memungkinkan wisatawan menikmati sejumlah destinasi di Korea selama masa transit sebelum melanjutkan perjalanan ke negara tujuan berikutnya.
Dari sisi konektivitas udara, ketiga maskapai Korea yang hadir kompak memperkuat layanan rute Jakarta-Incheon. Regional Manager Indonesia Korean Air, Lee Ilgi, memaparkan jaringan penerbangan global maskapainya sekaligus jadwal penerbangan langsung dari Jakarta dan Denpasar menuju Incheon yang saat ini beroperasi setiap hari.
Sebagai anggota pendiri aliansi SkyTeam, Korean Air menawarkan konektivitas luas ke berbagai kota di Asia, Eropa, hingga Amerika lewat kerja sama dengan maskapai-maskapai anggota lainnya. Lee juga memperkenalkan produk kabin terbaru, layanan makanan dalam penerbangan, pilihan hiburan, fasilitas lounge, serta layanan transit lounge coupon bagi penumpang yang memenuhi ketentuan tertentu.
Chief Representative Asiana Airlines Indonesia, Song Jea Woong, tidak kalah optimistis memperkenalkan jaringan penerbangan globalnya, termasuk penerbangan langsung Jakarta–Incheon yang dijadwalkan setiap hari. Song menjelaskan keunggulan armada Airbus A350 milik Asiana, mulai dari fasilitas Business Class dan Economy Class, layanan makanan selama penerbangan, kapasitas bagasi, hingga layanan Wi-Fi yang memberikan kenyamanan ekstra bagi penumpang asal Indonesia.
Sementara itu, Regional Manager T’way Air Jakarta Regional Office, Sun Wonkyu, memperkenalkan rute baru Jakarta – Incheon yang kini beroperasi lima kali sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain memaparkan layanan Business Saver Class serta jaringan internasional dan armada T’way Air, Sun juga menyebut sejumlah fasilitas khusus bagi wisatawan Indonesia, mulai dari kemudahan bagasi untuk rombongan hingga pilihan menu makanan Muslim dan vegetarian selama penerbangan.
Hal sangat positif disampaikan juga oleh Nur Rusmiati selaku CEO Haymal Holidays yang mengikuti seminar ini. “Sangat strategis bagi pelaku industri perjalanan sebagai sarana networking dan informasi mengenai tren pasar serta info terbaru dari pariwisata Korea sendiri. Event ini juga memberikan wawasan berharga tentang bagaimana negara lain mempromosikan pariwisatanya secara baik dan menarik,” ungkap Nur.
Melalui rangkaian 2026 Korea Tourism and Aviation Seminar in Jakarta, KTO berharap sinergi antara pemerintah, maskapai penerbangan, dan pelaku industri pariwisata kedua negara dapat terus terjaga. Dengan konektivitas udara yang makin baik, informasi destinasi yang makin lengkap, serta kebijakan yang makin memudahkan perjalanan, jumlah wisatawan Indonesia yang melancong ke Korea diproyeksikan terus bertambah pada tahun-tahun mendatang./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

















