Wednesday, August 26, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Merawat Warisan Soekarno Lewat Pameran Seni, Kuliner di Hotel Kempinski Jakarta

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Peluncuran Delapan Motif Batik Derawan-Maratua dan Tari Dalling Perkuat Identitas Budaya Kaltim

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Nikmatnya Kopi Luwak dalam Dekap Sejuk Pegunungan Kintamani

by Ibonk
08/09/2018
Reading Time: 3 mins read
Nikmatnya Kopi Luwak dalam Dekap Sejuk Pegunungan Kintamani

Para pengunjung yang di dominasi wisman tengah menikmati suasana di gubuk-gubuk kopi di Satria Agrowisata, Kintamani Bali (Ibonk)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika anda penikmat kopi dan tengah berlibur ke Bali, saran kami sempatkanlah diri anda untuk bertandang ke Satria Agrowisata yang berlokasi di pegunungan Kintamani di Desa Basang Ambuh, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar, Kintamani, Bali. Berada pada ketinggian 900 mdpl, temperatur dingin mencapai 23 derajat celcius dan karakteristik tanah yang cocok menjadikan kopi disini lebih unggul.

Bukan main nikmatnya menyeruput berbagai jenis kopi di tempat ini karena pengunjung benar-benar di manja dengan udara sejuk dan keindahan alamnya yang luar biasa menakjubkan. Berwisata ke sini, pengunjung juga akan diberikan berbagai informasi dan juga pembelajaran dari A sampai Z secara langsung apapun mengenai kopi.

Baca juga :

Menikmati Sudut Malioboro Saat Kemerdekaan Lewat Promo “Proklamasi Deals” Nueve Hotel

6 Tahun Beautylosophy Alam Sutera, Rambah Bedah Plastik dan Tanam Rambut

Nuanu Rangkul Kolektif Seni Independen, Gelar Dua Pameran Sekaligus di Labyrinth Art Gallery

Seperti yang disampaikan oleh Dewa Made Juliartawan, sebagai pengelola Satria Agrowisata bahwa di tempat ini dibagi dalam 3 jenis yakni, Arabika, Robusta dan Luwak. “Kopi Arabika berasal dari Basang Ambuh dekat dengan Gunung Kintamani. Bahkan, disini kami menyediakan lahan sekitar 5 hektar untuk menghasilkan Kopi Luwak. Ada 3 jenis luwak yang hidup di Satria Agrowisata yakni Luwak Pandan, Luwak Injin (Hitam), dan Luwak Ketan (Cokelat).

“Semua luwak hidup bebas dan normal untuk mendapatkan hasil yang baik,” ungkapnya pada Journey of Indonesia di Bali, Kamis (6/9/2018).

Ia juga menambahkan, sebagai produk primadona, Kopi Luwak harus melalui proses yang sangat seksasama. Setelah di panen, maka biji kopi terlebih dahulu dicuci dengan air panas untuk menghilangkan kotoran dan dijemur selama 3 hari. Hal ini dimaksudkan agar saat proses sangrai biji kopi tidak akan sulit di masak.

Ibu Renga (82) tengah menyangrai biji kopi luwak dengan sabar (Ibonk)

Lepas 3 hari biji kopi di sangrai selama 40 menit untuk ukuran 1 kilogram. Setelah matang maka biji kopi di tumbuk tanpa menggunakan mesin. Fungsinya adalah agar aroma khas nya keluar, berbeda dengan menggunakan mesin. Selanjutnya di saring hingga halus. Dalam proses sangrai, suhu harus di jaga antara 30-40 derajat celsius.

“Proses sangrai harus dilakukan perlahan agar proses pematangan kopi bisa merata hingga ke dalam dan saat sangrai pemutaran harus dilakukan searah karena akan berpengaruh pada aroma dan rasa kopi itu sendiri,” bebernya.

Informasi selanjutnya yang diberikan oleh Juliartawan adalah mengenai Kopi Arabika yang ternyata memiliki 2 tipe yaitu Arabika Betina yang menurutnya memiliki karakter biji kopi yang datar dan biji kecil. Untuk Arabika Jantan lebih tajam serta mempunyai kadar caffein lebih tinggi dan pekat serta biji kopi lebih besar.

Untuk Kopi Luwak, kadar caffeine-nya lebih rendah tapi memiliki protein lebih tinggi dan bagus buat kesehatan seperti kolesterol dan kanker.

“Sebenarnya paling pas datang kesini pada saat bulan panen, karena bisa melihat proses pengambilan kopi hingga proses pemasakan kopi,” ungkapnya.

Di Bali sendiri terdapat beragam jenis rasa kopi yang dihasilkan seperti Vanilla, Moka, Gingseng, dan rasa kopi Bali asli. Untuk masa panen kopi dalam satu tahun dua bulan sekali yakni di bulan Juni dan Desember.

Biji kopi yang telah dijemur (Ibonk)

“Sehari bisa mencapai 1.000 wisatawan, paling banyak Rusia, lalu Eropa, China, India dan wisatawan lokal. Paling ramai Juli, Agustus dan Desember bisa mencapai 1.500 wisatawan,” tambahnya.

Kenikmatan minum kopi di sini juga dirasakan oleh Moritz (32) wisatawan asal Jerman. “Saya tidak begitu ahli dalam hal kopi, namun saya akui kalau kopi dari Indonesia sangat enak. Menikmati kopi disini juga berbeda, karena langsung menyatu dengan alam yang indah,” sampainya.

Satu hal yang menjadi nilai tambah yang dapat kita jumpai di Satria Agrowisata ini adalah kebersihan dan sanitasi yang begitu sangat diperhatikan. Juga para SDM yang dengan sigap membantu pengunjung dengansegala informasi mengenai tempat ini.

Sebelum meninggalkan Satria Agrowisata, pengunjung dapat berbelanja untuk membawa buah tangan berupa berbagai macam kopi kemasan yang asli di kelola di Satria Agrowisata ini. Tentunya dengan harga yang bersahabat, dan dipastikan anda akan lebih mencintai kopi asli nusantara khususnya Bali./ JOURNEY OF INDONESIA

Tags: BaliDestinasiKintamaniKopiKopi LuwakSatria Agrowisata
Share397Tweet248

Related Posts

Mirage, Saat ARTOTEL Gelora Senayan Jadi Panggung Seniman Muda
Hotels

Mirage, Saat ARTOTEL Gelora Senayan Jadi Panggung Seniman Muda

26/07/2026
Pair’d Margaret River 2026, Saatnya Liburan Mindful di Tengah Kemewahan Alam Australia Barat
Tourism

Pair’d Margaret River 2026, Saatnya Liburan Mindful di Tengah Kemewahan Alam Australia Barat

18/07/2026
Menembus Kedalaman Sipalay, Menemukan Rumah Rahasia yang Hilang di Laut Filipina
Tourism

Menembus Kedalaman Sipalay, Menemukan Rumah Rahasia yang Hilang di Laut Filipina

18/05/2026
Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko
Tourism

Candi Ijo, Singgasana Para Dewa di Atas Bukit Boko

28/03/2026
Menikmati Cakrawala Yogyakarta dari Ketinggian Heha Sky View
Tourism

Menikmati Cakrawala Yogyakarta dari Ketinggian Heha Sky View

26/03/2026
Next Post
Desa Panglipuran, Potret Bali Sebenarnya

Desa Panglipuran, Potret Bali Sebenarnya

ADVERTISEMENT

Recomended

81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kantong Kita Merdeka Finansial?
News

81 Tahun Merdeka, Sudahkah Kantong Kita Merdeka Finansial?

26/08/2026
Stres dan Diet Tinggi Protein Picu Bau Mulut, usmile Fresh White & Repair White Beri Solusi
Health

Stres dan Diet Tinggi Protein Picu Bau Mulut, usmile Fresh White & Repair White Beri Solusi

26/08/2026
Gandeng 3 Komunitas, THE 1O1 Sedayu Darmawangsa Rayakan HUT RI ke-81 Lewat Fashion Show
Hotels

Gandeng 3 Komunitas, THE 1O1 Sedayu Darmawangsa Rayakan HUT RI ke-81 Lewat Fashion Show

24/08/2026
Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah
Automotive

Defender Vertex 2026: Wajah Baru yang Makin Tangguh dan Mewah

23/08/2026
Monash University Indonesia Sambut Angkatan Pertama Mahasiswa Sarjana di BSD City
News

Monash University Indonesia Sambut Angkatan Pertama Mahasiswa Sarjana di BSD City

22/08/2026
Empat Ducati Beda Bendera, Satu Misi di Kualifikasi Motocross Klaten
Automotive

Empat Ducati Beda Bendera, Satu Misi di Kualifikasi Motocross Klaten

22/08/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.