Monday, July 13, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Band Kontemporer Asal Muara Enim, Candei, Rilis Album Mini Perdana

by Redaksi
14/12/2024
Reading Time: 2 mins read
Band Kontemporer Asal Muara Enim, Candei, Rilis Album Mini Perdana

Candei Mini Album (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Di Sumatera Selatan, geliat kelompok musik masa kini untuk kembali menggubah narasi tradisi lokal sedang marak-maraknya. Dibuka jalannya oleh Semakbelukar, kemudian muncul beberapa nama dengan membawa semangat yang sama.

Candei adalah salah satunya, yang merupakan kelompok asal Muara Enim yang memainkan musik folk/melayu dengan muatan ekspresi kekinian. Bekerja sama dengan label rekaman Bahasa Ibu Records, Candei merilis sebuah album mini bertajuk Self Titled pada 13 Desember 2024.

Baca juga :

WNI Kini Bisa Masuk UEA 14 Hari Tanpa Ribet Visa Lewat Emirates

Misteri di Balik Topeng Uty dalam EP “Pacar Virtual”

Lewat Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, MTJung Production Rilis Single Warna-Warni Indonesia Sambut HUT RI ke-81

Terdiri dari 5 lagu dengan syair berbahasa Melayu Besemah, yaitu ‘Ghimbe’, ‘Sendari’, ‘Titah Raje’, ‘Cerite Baghe’, dan ‘Tikate Tuwe’. Candei awalnya dibentuk sebagai duo yang beranggotakan Fram Prasetyo (gitar akustik, vokal) dan Triwibowo S. P. (suling), untuk memenuhi sebuah undangan pertunjukan di kota Palembang. Saat itu masih menggunakan nama Candei Banaspati, tanpa ada niatan untuk diteruskan sebagai proyek musik jangka panjang.

Sebagian besar anggota Candei aktif berkumpul di kolektif musik folk kota Palembang bernama Dangau Sesiar, yang juga menjadi rumah bagi kelompok musik seperti Hutan Tropis dan Diroad. Karena kekerabatan itulah akhirnya secara resmi Candei berkumpul dan berkarya, di kota Muara Enim, pada tahun 2020. Secara resmi kelompok ini terdiri dari Fram Prasetyo (gitar akustik, vokal), Putra Kusuma (gitar akustik nilon), Syahlan Loebis (perkusi), Triwibowo S. P. (suling), dan Fajrin Ramadani (akordeon).

Seluruh syair dalam lagu-lagu Candei ditulis oleh Fram dalam bahasa Besemah, yaitu bahasa dari suku Melayu Besemah yang mendiami beberapa wilayah Sumatera Selatan. “Awalnya ingin menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi rekan-rekan mendorong saya untuk mengangkat bahasa daerah sebagai identitas. Bahasa Besemah adalah bahasa asli saya,” jelas Fram yang hingga kini menetap di daerah asalnya, Kikim, Kabupaten Lahat.

Candei (Ist)

Formula musik Candei diinspirasi oleh Batanghari Sembilan, irama musik petikan gitar tunggal lengkap dengan tradisi bertuturnya. Dikenal juga sebagai tradisi Rejung atau Merejung, memberikan warna khas dalam setiap karya mereka. “Bedanya dengan umumnya Rejung adalah secara tema, lagu-lagu Candei lebih personal dan kontemporer, respons pribadi saya yang resah akan politik atau kehidupan adat di desa,” ujar Fram menjelaskan syair-syair yang dibuatnya.

Setiap lagu dalam album mini Self Titled ini bercerita tentang tradisi yang menyimpang dan mengarah ke hal-hal negatif, menyoroti pentingnya mempertahankan nilai-nilai budaya yang baik. Candei berharap album mini perdana mereka ini dapat menyentuh hati pendengar dan menggugah kesadaran akan pentingnya tradisi dan identitas budaya. Dengan perilisan Self Titled, Candei mengajak semua untuk menikmati perjalanan musik yang penuh makna.

Mini album akan tersedia dalam format digital Album mini Self Titled sudah bisa didengarkan di seluruh platform digital, di antaranya Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik. Rilisan fisik berupa compact disc serta vinyl, memberikan kesempatan bagi para penikmat untuk mengakses karya mereka dalam berbagai cara./ JOURNEY OF INDONESIA | Ismed Nompo

Tags: Bahasa Ibu RecordsCandeiJourney of IndonesiaMelayu KontemporerMini AlbumMusicNews
Share114Tweet71

Related Posts

Misteri di Balik Topeng Uty dalam EP “Pacar Virtual”
Music

Misteri di Balik Topeng Uty dalam EP “Pacar Virtual”

13/07/2026
Lewat Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, MTJung Production Rilis Single Warna-Warni Indonesia Sambut HUT RI ke-81
Music

Lewat Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, MTJung Production Rilis Single Warna-Warni Indonesia Sambut HUT RI ke-81

12/07/2026
Vanessa Zee Rilis Single ‘Menjauh’, Pertegas Jati Diri sebagai Penulis Lagu
Music

Vanessa Zee Rilis Single ‘Menjauh’, Pertegas Jati Diri sebagai Penulis Lagu

10/07/2026
Yura Yunita, Hetty Koes Endang, dan Indahkus Nyanyikan Ulang Bandung di Main ke Rumah
Music

Yura Yunita, Hetty Koes Endang, dan Indahkus Nyanyikan Ulang Bandung di Main ke Rumah

10/07/2026
Aruma Ungkap Luka Lewat Single Baru ‘Pura-Pura Hidup Lagi’
Music

Aruma Ungkap Luka Lewat Single Baru ‘Pura-Pura Hidup Lagi’

09/07/2026
Next Post
BMW Astra Cilandak Resmi Hadirkan Konsep Retail.Next, Inovasi Baru dari BMW Indonesia

BMW Astra Cilandak Resmi Hadirkan Konsep Retail.Next, Inovasi Baru dari BMW Indonesia

ADVERTISEMENT

Recomended

edit post
WNI Kini Bisa Masuk UEA 14 Hari Tanpa Ribet Visa Lewat Emirates
News

WNI Kini Bisa Masuk UEA 14 Hari Tanpa Ribet Visa Lewat Emirates

13/07/2026
edit post
Misteri di Balik Topeng Uty dalam EP “Pacar Virtual”
Music

Misteri di Balik Topeng Uty dalam EP “Pacar Virtual”

13/07/2026
edit post
Lewat Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, MTJung Production Rilis Single Warna-Warni Indonesia Sambut HUT RI ke-81
Music

Lewat Kolaborasi Musisi Lintas Generasi, MTJung Production Rilis Single Warna-Warni Indonesia Sambut HUT RI ke-81

12/07/2026
edit post
Meski Cedera Bahu dan Sempat Terjatuh, Diva Ismayana Tetap Rebut Posisi Kedua di Kualifikasi Kejurnas Motocross Round 5
Automotive

Meski Cedera Bahu dan Sempat Terjatuh, Diva Ismayana Tetap Rebut Posisi Kedua di Kualifikasi Kejurnas Motocross Round 5

12/07/2026
edit post
Cek Khodam: Saat Cicilan Lebih Seram dari Hantu, Tayang 16 Juli
FIlm

Cek Khodam: Saat Cicilan Lebih Seram dari Hantu, Tayang 16 Juli

11/07/2026
edit post
GAC Tembus 30 Juta Unit Produksi Global, Indonesia Jadi Bagian dari Sejarah Itu
Automotive

GAC Tembus 30 Juta Unit Produksi Global, Indonesia Jadi Bagian dari Sejarah Itu

11/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.