Wednesday, July 22, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

“Nyeri Kronis Tak Juga Hilang? Ahli Neurologi: Masalah Sering Berasal dari Saraf, Bukan Otot”

by Redaksi
18/10/2025
Reading Time: 4 mins read
“Nyeri Kronis Tak Juga Hilang? Ahli Neurologi: Masalah Sering Berasal dari Saraf, Bukan Otot”

Para narasumber DRI CONNECT- Media & Community Day yang digelar DRI Clinic di Bintaro (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Ketika nyeri otot, tegang atau kondisi cedera tampak tak juga membaik meskipun sudah menjalani fisioterapi atau stretching, banyak orang menganggap “ototnya kurang kuat”. Namun, menurut para ahli, akar masalah tak jarang terletak pada sistem saraf yang luput diperhatikan selama proses pemulihan. Insight ini menjadi pusat diskusi dalam acara DRI CONNECT: Media & Community Day yang digelar oleh DRI Clinic di Bintaro, Rabu (16/10/2025).

Dalam acara tersebut hadir pembicara seperti dr. Irca Ahyar, Sp.N., DFIDN (Direktur DRI Clinic) dan Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd. (Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta/ UNJ). “Pasien sering datang dengan keluhan yang sama, padahal sudah fisioterapi, stretching, atau bahkan istirahat cukup. Tapi nyerinya muncul lagi. Itu tandanya ada sinyal dari sistem saraf yang tidak seimbang. Ototnya tidak salah, tapi sarafnya yang belum pulih,” jelas dr. Irca.

Baca juga :

Cegah Kantong Jebol ke Dokter Gigi, usmile Hadirkan Inovasi Enzim Alami

Grab Gandeng Hansaplast, Hadirkan Perawatan Luka Halal Lewat GrabMart Kilat

Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal

Ia menekankan bahwa otot bisa saja secara struktur baik-baik saja, tetapi ketika “kabel” yang menghubungkan otak dan otot (yakni saraf) terganggu, maka pesan ke otot tidak sampai sempurna, sehingga menimbulkan tegang, lemah atau nyeri. “Tubuh itu pintar. Kalau ada nyeri yang muncul berulang di tempat yang sama, atau sensasi kebas yang makin sering, itu alarm dari sistem saraf. Jangan tunggu sampai cedera parah baru diperiksa,” tambahnya.

DRI Clinic menegaskan bahwa terapi pemulihan sejati bukan sekadar menangani otot. “Kalau penanganan hanya fokus pada otot tanpa menelusuri jalur sarafnya, hasilnya seperti menambal ban tanpa mencari paku penyebabnya cepat bocor lagi,” ujar dr. Irca.

dr. Irca Ahyar, Sp.N, DFIDN (Ist)

Sebagai bagian dari strategi, klinik tersebut melakukan penilaian menyeluruh: bagaimana otak, saraf dan otot berkomunikasi satu sama lain. “Kami menilai bagaimana otak, saraf, dan otot berinteraksi. Kalau salah satu tidak seimbang, hasil pemulihan tidak akan optimal,” terang dr. Irca.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi pasien agar memahami proses yang dialami tubuh karena ketika pasien tahu kenapa nyerinya, mereka menjadi lebih aktif dalam pemulihan dan mencegah cedera ulang. Pemulihan bukan hanya soal “hilang rasa sakit”, melainkan regenerasi yang tepat. DRI Clinic menggunakan alat diagnostik modern untuk mengukur konduksi saraf, kekuatan otot, dan keseimbangan tubuh sebelum dan sesudah terapi. “Kami ingin semua prosesnya terukur. Pasien bisa lihat sendiri perbedaannya, bukan sekadar merasa lebih baik,” tutur dr. Irca.

Ia membedakan dua jenis nyeri yakni; nyeri otot yang biasanya muncul setelah aktivitas fisik dan terasa pegal atau tegang dengan nyeri yang bersumber dari saraf, yang bisa menusuk, menjalar atau muncul tanpa sebab jelas. “Kalau nyerinya menusuk, menjalar, atau muncul tanpa sebab jelas, besar kemungkinan sumbernya ada di saraf,” tambahnya.

Cedera bukan hanya masalah atlet para pekerja kantoran, guru, ibu rumah tangga saja, siapapun yang sering duduk lama atau berulang kali menggunakan satu posisi tubuhbisa mengalami gangguan saraf. “Duduk delapan jam di depan laptop tanpa jeda bisa memengaruhi keseimbangan postur dan membuat saraf tertekan. Lama-lama muncul nyeri punggung, bahu, atau kesemutan di tangan,” ungkap dr. Irca.

Ia menyarankan agar pemeriksaan saraf dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pencegahan. “Pemeriksaan saraf bukan hanya untuk orang yang sakit. Ini bagian dari pencegahan. Kita bisa tahu sejak dini apakah ada ketidakseimbangan yang bisa memicu cedera,” tambahnya.

Menariknya, pemeriksaan semacam ini sering mengungkap bahwa lokasi nyeri bukanlah sumber utama. “Kadang pasien bilang lututnya sakit, tapi setelah kami periksa, ternyata masalahnya di saraf pinggul,” jelas dr. Irca.

Banyak pasien ingin segera kembali beraktivitas begitu rasa sakit mulai mereda. Namun, “regenerasi saraf berjalan jauh lebih lambat dibandingkan otot,” tegas dr. Irca. “Kalau dipaksakan terlalu cepat, cedera bisa kambuh. Pemulihan itu bukan sprint, tapi maraton. Yang penting bukan cepat sembuh, tapi pulih dengan benar.”

Pandangan ini diperkuat oleh Prof. Nofi Marlina Siregar, yang menjelaskan bahwa tubuh butuh latihan yang konsisten dan bertahap: “Kalau kita tidak melatih tubuh secara konsisten, risiko cedera meningkat. Tubuh itu seperti karet, dimana kalau jarang digunakan, bisa putus ketika ditarik.” Menurutnya, kebugaran bukan hanya soal otot kuat, tetapi sinergi antara saraf dan otot. Sekali sinergi ini tidak siap, risiko cedera meningkat.

Salah satu fasilitas di DRI Clinic (Ist)

Acara DRI CONNECT juga menghadirkan perspektif dari praktisi kebugaran seperti Stenly Kusnin (Strategic Advisor Anytime Fitness) yang menegaskan bahwa pelatih dan tenaga medis harus bekerja sama agar klien yang pernah cedera dilatih secara aman. “Kalau ada klien yang pernah cedera, kami akan bertanya mengenai permasalahan sebelumnya, hingga meminta surat rekomendasi dari dokter. Dengan begitu, kami bisa meminimalkan risiko cedera dan memantau progres latihannya. Kalau saat recovery setelah olahraga ada rasa sakit yang tidak hilang, kita harus curiga ada sesuatu yang salah,” ujarnya.

Dari komunitas, Susilo Baskoro (komunitas Bintaro Loop) berbagi bahwa banyak pesepeda mengabaikan sinyal kecil seperti posisi tangan mulai sakit atau leher kaku, padahal bisa jadi itu sinyal sistem saraf yang belum seimbang.

Sementara itu, Rima Melati Adams, sport enthusiast dan Founder @satutempatstudio, menegaskan bahwa olahraga adalah perjalanan panjang: “Olahraga itu bukan untuk short time, tapi untuk long run. Kita harus pahami tujuan dan motivasi untuk olahraga, yaitu untuk sehat. Kebetulan saya sedang cedera lutut akibat tersandung saat latihan. Saya belajar mendengarkan kondisi tubuh, tapi tetap harus bangkit lagi.”

Menutup sesi, dr. Irca mengingatkan: “Tubuh selalu memberi tahu apa yang salah. Tugas kita adalah mendengarkan. Kalau kita bisa menghargai proses pemulihan, tubuh akan berterima kasih dengan performa yang lebih baik dan tanpa nyeri berkepanjangan.”/ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk

Tags: dr. Irca AhyarDRI ClinicDRI CONNECT: Media & Community DayKesehatanNeurologiOtotProf. Dr. Nofi Marlina SiregarStenly Kusnin
Share117Tweet73

Related Posts

Cegah Kantong Jebol ke Dokter Gigi, usmile Hadirkan Inovasi Enzim Alami
Health

Cegah Kantong Jebol ke Dokter Gigi, usmile Hadirkan Inovasi Enzim Alami

15/07/2026
NAVI-HF, Alat AI Dokter RI Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung Kambuh
Health

NAVI-HF, Alat AI Dokter RI Deteksi Dini Risiko Gagal Jantung Kambuh

15/07/2026
Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal
Health

Ginklin Jadi Solusi Manjur Atasi Penyakit Batu Ginjal

06/07/2026
Longevity 5.0, Hadirnya Era Baru Kesehatan Tanpa Batas bagi Pria dan Wanita di Indonesia
Health

Longevity 5.0, Hadirnya Era Baru Kesehatan Tanpa Batas bagi Pria dan Wanita di Indonesia

26/06/2026
Memperkuat Layanan Kesehatan Ibu Lewat Inovasi AI
Health

Memperkuat Layanan Kesehatan Ibu Lewat Inovasi AI

12/06/2026
Next Post
Frank & co. Reopening Gerai di Mall Kelapa Gading: Era Baru Kemewahan dan Keabadian

Frank & co. Reopening Gerai di Mall Kelapa Gading: Era Baru Kemewahan dan Keabadian

ADVERTISEMENT

Recomended

Isuzu Hadirkan 5 Kendaraan Niaga Unik di GIIAS 2026
Uncategorized

Isuzu Hadirkan 5 Kendaraan Niaga Unik di GIIAS 2026

21/07/2026
Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu
FIlm

Reza Arap Bongkar Drama di Balik Poster Baru “Harusnya Horror”, Singgung Tekanan dari Tepeachu

21/07/2026
GrabAds Sabet 4 Penghargaan APAC, Penjualan Sprite Naik 30%
News

GrabAds Sabet 4 Penghargaan APAC, Penjualan Sprite Naik 30%

21/07/2026
Tribute to 2D, Konser Intim Kenang Karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun
Music

Tribute to 2D, Konser Intim Kenang Karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun

21/07/2026
Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama
FIlm

Serial 12 IPA 4 Siap Tayang Pekan Ini, Hadirkan Junior Roberts Hingga Nayla Purnama

20/07/2026
AION UT Kokoh di Puncak Hatchback Listrik, Bukti Kepercayaan Konsumen ke GAC Indonesia
Automotive

AION UT Kokoh di Puncak Hatchback Listrik, Bukti Kepercayaan Konsumen ke GAC Indonesia

20/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.