JAKARTA – Di balik keriuhan suara mesin dan ketangkasan tangan-tangan muda yang memegang kunci pas di Jakarta, Sabtu pagi itu bukan sekadar babak semifinal biasa. Ada sebuah ambisi besar yang akhirnya menemui titik puncaknya ketika Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) secara resmi mengukuhkan Tekiro Mechanic Competition 2026 sebagai kompetisi keterampilan teknik otomotif dengan jumlah peserta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terbanyak di Tanah Air. Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru, membuktikan bahwa sinergi antara dunia industri dan pendidikan vokasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah gerakan masif yang nyata.
Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Direktur PT Altama Surya Anugerah, selaku pemegang merek Tekiro, dalam sebuah seremoni khidmat di sela-sela ketatnya persaingan semifinal yang berlangsung di kantor pusat Tekiro, Jakarta, pada 25 April 2026. Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2022, ajang ini telah mengalami evolusi yang signifikan. Dari yang semula merupakan ajang adu bakat lokal, kini bertransformasi menjadi barometer nasional bagi para siswa SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM).
Konsistensi Tekiro dalam menjangkau pelosok negeri melalui rangkaian roadshow di awal tahun hingga pengujian diagnostik yang presisi menjadi kunci di balik keberhasilan meraih rekor dunia tersebut.

Bagi manajemen, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang melibatkan ribuan talenta muda dari berbagai daerah. “Meraih rekor MURI ini merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus pembuktian atas dedikasi kami. Ini bukan sekadar piagam penghargaan, melainkan simbol semangat kolaborasi antara dunia industri, sekolah dan para calon teknisi masa depan dari seluruh pelosok negeri,” ujar Oscar Sutjiadi, Presiden Direktur PT Altama Surya Anugerah, saat memberikan keterangan di tengah suasana kompetisi yang dinamis.
Narasi yang dibangun dalam kompetisi ini pun melampaui sekadar urusan teknis bongkar pasang mesin. Tekiro Mechanic Competition telah menjelma menjadi jembatan bagi para pemenang untuk melompati batas menuju dunia profesional yang sesungguhnya. Tidak main-main, apresiasi yang diberikan mencakup hadiah senilai ratusan juta rupiah serta penyediaan perlengkapan bengkel berstandar industri untuk sekolah asal pemenang.
Lebih jauh lagi, para juara juga mendapatkan karpet merah berupa jalur khusus karier di bengkel berskala internasional hingga tiket emas untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, sebuah peluang yang jarang ditemukan dalam kompetisi serupa.

Kesuksesan besar ini tentu tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari kepercayaan yang terjaga antara pihak swasta dan institusi pendidikan. Dukungan penuh yang mengalir dari pihak sekolah, para guru pendamping, hingga mitra sponsor menjadi bahan bakar utama yang menggerakkan roda kompetisi ini dari babak penyisihan yang melelahkan hingga ke puncak final.
“Kami berterima kasih atas dukungan penuh dari pihak sekolah, para guru pendamping, serta para sponsor yang telah membantu mensukseskan jalannya kompetisi ini dari tahap penyisihan hingga babak final. Kepercayaan dunia pendidikan adalah aset berharga bagi kami,” tambah Oscar dengan nada optimis.
Melihat ke depan, raihan rekor MURI ini bukan menjadi titik henti, melainkan titik tolak bagi Tekiro untuk terus berinovasi. Dengan standar kualitas yang semakin tinggi setiap tahunnya, perusahaan berkomitmen untuk tetap menjadi pionir dalam mencetak generasi teknisi yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga profesional secara mental. Tekiro menegaskan bahwa kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia unggul adalah investasi jangka panjang demi kemajuan industri otomotif bangsa yang lebih kompetitif di kancah global./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk
















