Sunday, July 26, 2026
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
Banner Iklan
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
  • Home
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Jelang 500 Tahun, Identitas Jakarta Tetap Terjaga Karena Tiga Hal Ini

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Pesona Parade Gebogan Ulun Danu, Daya Tarik Baru Wisata Bali

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Lenong Kampung Te-Ko, Cara Galeri Indonesia Kaya Rayakan HUT ke-499 Jakarta

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Hino Serahkan Bus Spesial PO Sima Perkasya di Jamnas Bismania

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Sentuhan Magis ‘Tatah’ yang Menghidupkan Jiwa Kayu di Museum Nasional

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

    Membaca Pesan Sunyi dari Kaki-Kaki Tak Beralas di Seba Baduy 2026

  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile
No Result
View All Result
Journey of Indonesia | Explore Pariwisata Indonesia
No Result
View All Result

Institut Sarinah, Membumikan Pancasila Melalui Filosofi Ibu Bumi dan Ekologi Rahim

by Redaksi
17/04/2026
Reading Time: 3 mins read
Institut Sarinah, Membumikan Pancasila Melalui Filosofi Ibu Bumi dan Ekologi Rahim

Eva Kusuma Sundari, S.E., M.A. dari Institut Sarinah (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Dunia hari ini seolah sedang berjalan tertatih di atas bara. Kabar tentang perang yang tak kunjung usai, alam yang kian meronta karena eksploitasi, hingga rentetan kekerasan terhadap perempuan dan anak, menjadi pemandangan yang menyesakkan dada. Seolah-olah, kerusakan dan kematian telah menjadi keniscayaan dalam peradaban modern.

Namun, di tengah hiruk-pikuk kekacauan itu, politisi perempuan dari Institut Sarinah, Eva Kusuma Sundari, S.E., M.A., menawarkan sebuah refleksi mendalam yang barangkali terlupakan oleh banyak orang yakni pelajaran dari rahim ibu.

Baca juga :

Kia Resmi Gandeng Hearts2Hearts jadi Brand Ambassador di Indonesia

GIIAS 2026 Janjikan Akses Tol Lancar dan Kantong Parkir Baru di ICE BSD

Diva Ismayana Rebut Pole Cleosa Wonosobo, P5 di Race 1

Dalam sebuah diskusi hangat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/4), Eva mengingatkan bahwa manusia sebenarnya sudah memiliki bekal dasar untuk menjaga keberlangsungan hidup. Bekal itu bernama “Ekologi Rahim”. Sebuah sistem kehidupan yang tidak mengenal dominasi, melainkan perawatan dan keterhubungan.

Bagi politisi Partai Nasdem ini, krisis global yang kita alami baik ekologi maupun kemanusiaan adalah produk gagal dari paradigma kapitalisme yang akut. Logika survival of the fittest telah mengubah wajah dunia menjadi arena kompetisi yang brutal. Alam hanya dipandang sebagai komoditas, dan tubuh manusia tak lebih dari sekadar objek konsumsi.

“Kita perlu menggeser pemahaman secara mendasar. Bukan sekadar green growth yang masih berbasis relasi dominasi, tetapi sebuah perubahan paradigma menuju kesadaran pro-kehidupan yang berakar pada kesetaraan dan keselarasan, sebagaimana terjadi di dalam rahim ibu,” papar mantan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini.

Eva mengajak kita menengok kembali ke dalam ruang paling awal kehidupan manusia. Di sana, tidak ada kompetisi. Yang ada hanyalah sistem yang utuh: air ketuban yang melindungi, plasenta yang menyambung nyawa, hingga tali pusar yang menjadi jembatan nutrisi. Dalam kearifan lokal Jawa, harmoni ini dikenal sebagai Sedulur Papat Limo Pancer, empat unsur yang bergotong royong demi sang jabang bayi.

Pesan yang dibawa Eva bukan sekadar soal biologis, melainkan sebuah pandangan politik dan etika pembangunan. Dalam perspektif Feminisme Pancasila yang ia usung, tubuh bukanlah objek yang bisa diputus dari kesadaran lingkungannya. Memiliki hak atas tubuh berarti memikul tanggung jawab untuk merawat kehidupan itu sendiri.

Jika rahim adalah ekologi mikro, maka bumi adalah ekologi makro. Keduanya bekerja dengan detak jantung yang sama. “Kehidupan hanya dapat berlangsung ketika relasi dijaga. Tanah menyediakan sumber pangan, air menopang kehidupan, udara memungkinkan keberlangsungan hidup, dan energi menggerakkan aktivitas manusia,” jelasnya dengan nada tenang namun tegas.

Eva menyitir filosofi Ibu Bumi dan Bopo Angkoso. Hubungan antara tanah-air dan udara-api ini bukanlah soal siapa menguasai siapa, melainkan tentang keselarasan. “Ketika relasi ini terganggu, maka keberlangsungan kehidupan juga ikut terancam,” tegas aktivis feminis tersebut.

Diskusi yang dihadiri oleh para akademisi seperti sosiolog UGM Dr. Arie Sudjito, pengamat politik Danial Indrakusuma, hingga aktivis HAM Taufan Damanik ini, bermuara pada satu kegelisahan bersama yakni bagaimana negara hadir?

Eva menekankan bahwa Pasal 33 UUD 1945 harus menjadi kompas moral. Sumber daya alam adalah milik bersama untuk kemakmuran lintas generasi. Ia mendorong agar instrumen kebijakan seperti AMDAL diperluas cakupannya menjadi pro life test. Strategi pembangunan harus berani banting setir dari ekonomi ekstraktif yang merusak, menuju ekonomi regeneratif yang memulihkan.

Pancasila, di mata Eva, jangan hanya berhenti sebagai jargon atau hafalan di atas kertas. Ia harus menjadi etika pembangunan yang hidup. Ketika Pancasila masuk ke dalam sanubari pembangunan, maka tanah dan air tidak lagi diperas habis-habisan, melainkan dijaga sebagai bagian dari napas kita sendiri.

Perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran yang paling sunyi dalam diri manusia. Eva percaya, keselarasan antara rogo (tubuh), cipto (pikiran), roso (rasa), dan jiwo (jiwa) adalah kunci. Ketika pikiran kehilangan koneksi dengan jiwa, manusia akan bergerak tanpa arah, menjadi serakah, dan akhirnya menghancurkan rumahnya sendiri yakni bumi.

Namun, ia juga mewanti-wanti bahwa kesadaran individu saja tidak akan cukup jika tidak didukung oleh struktur sosial yang sehat. Negara, keluarga, dan masyarakat harus berfungsi seperti rahim, melindungi dan menumbuhkan.

Sesuai dengan visi keadilan sosial Bung Karno, sistem yang kita bangun tidak boleh memberi ruang bagi penindasan. “Pada akhirnya, arah peradaban ditentukan oleh pilihan yang kita ambil dalam membangun sistem kehidupan. Ekologi rahim telah menunjukkan bahwa kehidupan hanya mungkin berlangsung ketika relasi dirawat, sementara ekologi bumi menegaskan bahwa prinsip tersebut berlaku dalam skala yang lebih luas. Tanpa kesadaran tersebut, krisis yang dihadapi tidak lagi sekadar kemungkinan, melainkan keniscayaan,” pungkasnya./ JOURNEY OF INDONESIA | Morteza

Tags: Institut SarinahJourney of IndonesiaNews
Share114Tweet71

Related Posts

Mobeng Resmikan Cabang ke-28 di Bekasi, Bawa Promo Oli Diskon 75 Persen
Automotive

Mobeng Resmikan Cabang ke-28 di Bekasi, Bawa Promo Oli Diskon 75 Persen

24/07/2026
KPI Tegaskan Tak Ada Larangan, Saipul Jamil Akhiri Isu Pemboikotan Lewat Surat Komnas HAM
Entertainment

KPI Tegaskan Tak Ada Larangan, Saipul Jamil Akhiri Isu Pemboikotan Lewat Surat Komnas HAM

23/07/2026
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Ditutup, Catat Ribuan Pengunjung dan Siap Kembali 2027
News

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Ditutup, Catat Ribuan Pengunjung dan Siap Kembali 2027

22/07/2026
PLN Kebut Program Listrik Desa dengan Anggaran Rp10,3 Triliun
News

PLN Kebut Program Listrik Desa dengan Anggaran Rp10,3 Triliun

22/07/2026
Rayakan HUT Ke-65, IKWI Siap Menjadi Organisasi Yang Adaptif dan Berwawasan Luas
Events

Rayakan HUT Ke-65, IKWI Siap Menjadi Organisasi Yang Adaptif dan Berwawasan Luas

22/07/2026
Next Post
“Festival of JOY”, Jejak 25 Tahun BMW di Indonesia dan Nostalgia Catatan Si Boy

"Festival of JOY", Jejak 25 Tahun BMW di Indonesia dan Nostalgia Catatan Si Boy

ADVERTISEMENT

Recomended

Uncategorized

Kia Resmi Gandeng Hearts2Hearts jadi Brand Ambassador di Indonesia

26/07/2026
GIIAS 2026 Janjikan Akses Tol Lancar dan Kantong Parkir Baru di ICE BSD
Automotive

GIIAS 2026 Janjikan Akses Tol Lancar dan Kantong Parkir Baru di ICE BSD

26/07/2026
Diva Ismayana Rebut Pole Cleosa Wonosobo, P5 di Race 1
Automotive

Diva Ismayana Rebut Pole Cleosa Wonosobo, P5 di Race 1

26/07/2026
IBEM 2026, Marketplace Pertama Industri MICE Indonesia yang Pertemukan Ratusan Buyers dan Sellers
Events

IBEM 2026, Marketplace Pertama Industri MICE Indonesia yang Pertemukan Ratusan Buyers dan Sellers

26/07/2026
PRO AVL Indonesia 2026 Kembali Digelar, Hadirkan 60 Brand Dunia di PIK2 Tangerang
Events

PRO AVL Indonesia 2026 Kembali Digelar, Hadirkan 60 Brand Dunia di PIK2 Tangerang

25/07/2026
Mobeng Resmikan Cabang ke-28 di Bekasi, Bawa Promo Oli Diskon 75 Persen
Automotive

Mobeng Resmikan Cabang ke-28 di Bekasi, Bawa Promo Oli Diskon 75 Persen

24/07/2026
Journey of Indonesia

Journey of Indonesia is a popular online newsportal and going source for technical and digital content for its influential audience around the globe. You can reach us via email.


journeyofid@gmail.com

  • Journey of Indonesia
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Editorial
  • Kontak

© 2024 Journey of Indonesia.

No Result
View All Result
  • Journey of Indonesia
  • News
    • Berita Foto
  • Events
  • Travel
    • Tourism
    • Culinary
    • Hotels
  • Lifestyle
    • Automotive
    • Gadget
    • Fashion
    • Health
  • Culture
  • Entertainment
    • FIlm
    • Music
    • Show
  • Profile

© 2024 Journey of Indonesia.