JAKARTA – Lanskap kuliner Jakarta selalu menjadi cermin dari pertautan budaya yang dinamis. Menjelang usianya yang hampir menginjak lima abad, narasi sejarah kota ini tidak hanya tertuang dalam buku-buku lawas, melainkan juga mengalir melalui aroma dan rasa di atas meja makan. Memanfaatkan momentum historis tersebut, Shastra All Day Dining yang terletak di lantai 8 Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, menginisiasi sebuah penghormatan gastronomi bertajuk “The Flavor Archive of Jakarta”. Program ini dirancang khusus untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta sepanjang bulan Juni 2026.
Sebagai wilayah yang bertumbuh di kawasan bersejarah Cikini, Jakarta Pusat, Paviliun Raden Saleh memiliki kedekatan geografis dan emosional yang kuat dengan denyut kebudayaan ibu kota. Melalui eksplorasi kuliner Betawi, restoran ini mencoba menjahit kembali memori kolektif masyarakat melalui hidangan-hidangan yang sarat akan pengaruh akulturasi lokal dan global.
Pendekatan yang diambil pun terbilang unik, yakni menggunakan konsep rijsttafel, sebuah gaya penyajian warisan kolonial yang menekankan pada harmoni kebersamaan di satu meja.

Dalam tradisi rijsttafel yang dihadirkan, para tamu diajak mengarungi perpaduan rasa yang autentik namun disajikan dengan presentasi modern yang segar. Kehadiran menu ikonis seperti gabus pucung menjadi salah satu sorotan utama. Hidangan berbahan dasar ikan gabus dengan kuah hitam pekat dari buah kluwek ini merepresentasikan ketahanan pangan dan kearifan lokal masyarakat Betawi pesisir.
Selain itu, kesegaran asinan Jakarta dengan saus kacangnya yang khas serta kelembutan es selendang mayang bertekstur kenyal menjadi pelengkap yang membawa ingatan pada sudut-sudut Jakarta tempo dulu.
Pihak manajemen hotel menegaskan bahwa program ini bukan sekadar strategi bisnis musiman, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk merawat identitas kota. Berada tepat di ekosistem yang berdampingan dengan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, hotel ini memosisikan diri sebagai wadah pelestarian budaya yang adaptif terhadap zaman.
General Manager Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, Asco Hamdani menyampaikan “Sebagai bagian dari ekosistem kawasan bersejarah dan pusat kebudayaan Taman Ismail Marzuki, kami melihat perayaan ulang tahun Jakarta bukan hanya sebagai peringatan usia kota, tetapi juga sebagai momen untuk mengapresiasi warisan budaya,” ungkap Asco.

Ia menambahkan lewat The Flavor Archive of Jakarta, pihaknya ingin mengajak para tamu untuk mengenal dan merayakan Jakarta melalui cita rasanya, menghadirkan pengalaman yang hangat, penuh cerita, sekaligus menjadi penghormatan bagi perjalanan kota ini yang telah memasuki usia ke-499 tahun.
Untuk mengakomodasi antusiasme warga yang ingin merayakan kebersamaan, paket rijsttafel ini ditawarkan dengan konsep komunal yang ramah untuk dinikmati berkelompok. Selain agenda bersantap malam atau makan siang reguler, sebuah sesi khusus berupa brunch dengan konsep all you can eat dijadwalkan pada pertengahan bulan Juni. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi keluarga maupun komunitas urban yang ingin menikmati akhir pekan dengan atmosfer yang lebih santai namun tetap sarat akan nilai budaya.
Pada akhirnya, merayakan Jakarta di usianya yang ke-499 adalah tentang bagaimana mengapresiasi setiap jengkal transformasi yang telah dilalui. Melalui piring-piring yang tersaji di Shastra All Day Dining, makanan kembali menjalankan fungsi hakikinya yakni menjadi medium yang menyatukan perbedaan, menghangatkan interaksi manusiawi, dan merawat cerita yang menolak punah di tengah modernisasi megapolitan./ JOURNEY OF INDONESIA | iBonk
















